Membuat Tata Letak, Cara Membuat Tata Letak

MEMBANGUN TATA LETAK


Jika pra-perencanaan dilakukan dengan cermat pada langkah-langkah terdahulu, maka pembuatan tata letak yang sesungguhnya seharusnya  merupakan pekerjaan  yang mudah. Tetapi perencana tata letak harus tetap hati-hati, karena bagaimana pun masih terdapat beberapa keputusan penting yang harus dibuat dan beberapa rincian yang harus diselesaikan.
Tujuan umum pada saat  ini adalah koordinasi dari semua kegiatan perencanaan terdahulu dan peleburan  rencana pendahuluan ke dalam tata letak induk. Hal ini terutama mencakup pemindahan Diagram Alokasi Wilayah ke dalam lembar-berkisi tata letak induk, dan kemudian kerjakan rincian dari bagian-bagian produksi mandiri, pelayanan tambahan dan tempat-tempat kerja bersamaan dengan rencana pemindahan bahan. Biasanya beberapa tata letak kasar dapat dikembamgkan secara terpisah bagian demi bagian sebagai dasar bagi analisa  dan penilaian, sebelum pekerjaan rinci dilakukan pada fase Diagram Alokasi Wilayah. Jika alokasi wilayah telah disepakati, pekerjaan dapat dimulai di atas tata letak induk  yang asli yang akan digunakan sebagai dokumen tata letak wilayah yang sedang dipertimbngkan. Pencetakan atau  penyalinan akan dilakukan dan diberikan kepada orang yang membutuhkannya untuk pembangunan, operasi pabrik, atau penilaian ulang.

12.1 Cara pembuatan tata letak
Terdapat empat cara umum yang biasa digunakan dalam pembentukan atau penggambaran tata letak, yaitu :
1. Digambar denga cara penggambaran biasa di atas kertas gambar atau kalkir.
2. Dibangun dengan model bermatra dua (potongan-potongan, menurut skala, menggambarkan bangun dan ukuran tiap peralatan), dipasang di atas dasar atau kisi yang sesuai yang menggambarkan gambaran bangunan.
3. Dibangun dengan model berskala tiga matra.
4. Dibangun dengan kombinasi model berskala dan model dua matra untuk mempermudah reproduksi.
Sayangnya beberapa tata letak masih dibuat dengan model 1 dan 2, dengan menggunakan kertas gambar dan perekat. Cara seperti itu sangat tidak efisien, karena apa yang telah dibuat pembuat terdahulu sulit dibuat penyesuaian dan perubahannya, tanpa menggunakan penghapus yang banyak. Ini akan memakan waktu analis, dan membuat banyak pekerjaan penggambar.  
Umumnya cara yang dipilih untuk proyek tertentu sebaiknya didasarkan atas karakteristik seperti ditabelkan pada Tabel 12.1, yang membandingkan  keempat cara itu. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu cara 4 lebih disukai jika biayanya memungkinkan.
Harus dimengerti bahwa model dan templet (model bermatra dua) merupakan alat bagi perancang tata letak sebagaimana obeng bagi bagi operator produksi. Gambar ‘rata atau datar’ dapat digunakan dengan tepat  pada :
a. Proyek sederhana
b. Sketsa awal
c. Jika tergesa-gesa
d. Jika tidak tersedia atau tidak diperlukan alat reproduksi






PERBANDINGAN DARI METODA TATA LETAK DASAR
SIFAT 1.  TEMPLET BIASA
BERMATRA DUA 2.  TEMPLET REPRODUKSI
BERMATRA DUA 3.  MODEL BERSKALA
BERMATRA TIGA 4.  KOMBINASI TEMPLET DAN
MODEL BERSKALA
Bahan Kertas atau karton tebal, dilem atau disemat pada bahan dasar. Lembaran kisi kasat mata, templet, pita,dsb. Model berskala dari semua peralatan pabrik dan bangunan Kombinasii 2 dan 3
Rancangan dan
Konstruksi Digambarkan kasar dan dipotog dari kertas atau karton. Digambar cermat untuk menunjukkan dengan tepat matra fisik, gerakan komponen, dan wilayah pelayanan. Dapat dicetak pada plastik kasat mata. Dibangun dengan skala tepat dalam matra 3, dirakit dari lusit, logam tuang, atau kombinasi keduanya Kombinasi 2 dan 3
Nilai
Kerekayasaan Biasanya tak ada karena ketak-tepatan yang mungkin ada. Baik untuk rekayasawan atau pegawai terlatih, tepat dan rinci. Lebih baik karena matra 3 menambah gambaran tentang kenyataan dan pemahaman yang mudah Terbaik, karena menggunakan sifat-sifat metoda matra 2 dan matra 3
Biaya
relatif Dihitung Dihitung Dihitung Dihitung
Kelebihan Tidak ada - Tata letak rinci,  tepat
- Tidak lama 
-  Jelas menunjukan hubungan nyata dalam batasan ruang pabrik yang dibutuhkan
- Berlaku sebagai catatan permanen
- Kebutuhan ruang gudang minimum
- Murah dalam penyesuaian
- Mudah dicetak
- Templet khusus mudah dibuat
- Keluwesan memungkinkan perubahan dengan mudah
- Tata letak bagian atas atau bawah mudah dibuat dan digunakan
- Tidak memerlukan pembuatan sketsa awal
- Tata letak percobaan dapat dicetak; pilihan susunan lain dapat dikerjakan; dibandingkan dengan tata letak semula; dibuat ulang ke dalam bentuk asli, dengan menggunakan cetakan tata letak percobaan sebagai arsip tata letak asli
- Memungkinkan pegawai bukan teknis untukmempelajari dan menilai tata letak
- Dapat disusun ulang dengan cepat  untuk memperoleh rencana tata letak yang lain
- Foto dari usulan lain dapat dipelajari
- Menunjukkan rincian daerah awang
- Menjamin lokasi peralatan yang lebih teratur
- Menghemat pemindahan dan pemasangan peralatan yang mahal
- Model mempunyai umur yang tak terbatas
- Mengundang peran serta dalam dalam perencanaan
- Membantu mengatur proyek
- Menunjukkan kekeliruan rancangan sebelum pemasangan dilakukan
- Menunjukkan tempat-tempat yang mungkin berbahaya 
- Memungkinkan pengkajian kebutuhan pegawai
- Mempercepat pekerjaan pembangunan
- Pengkajian yang mudah untuk wilayah padat
- Lebih mudah dipahami
- Memudahkan perencanaan pemakaian volume ruangan yang tepat
- Berguna dalam melatih pegawai
- Lebih mendekati situasi nyata
- Menunjukan rincian yang lebih jelas
- Menunjukkan massa, ketinggian, kedalaman
- Menunjukan perencanaan di seluruh lantai
- Ditujukan untuk mengurangi salah paham
- Lebih cepat untuk dipelajari dan disetujui
- Membantu kerja sama semua pihak
- Memberikan pemahaman yang lebih baik 
  tentang masalah

Kekurangan - Memakan waktu
- Rencana lain harusdigambar ulang
- Mahal
- Untuk reproduksi dituntut penjiplakan
- Tidak teliti
- Mengundang kekeliruan
- Sulit menggambarkan matra  tegak
- Perencana harus menyimpan seluruh  rician matra tegak ‘dalam kepala’ - Sulit memperoleh salinan tanpa membuat reproduksi
- Tidak mengandung informasi rinci yang  ditunjukkan templet
- Lebih mahal dari model 2 - Biaya awal sangat tinggi dibanding model 2 dan 3, tapi dalam jangka panjang lebih kecil dari model 1 jika ketepatan ongkos dipertahankan 

Alat dan teknik-teknik tata letak
Bahan dasar yang digunakan pada pekerjaan tata letak adalah sebagai berikut :
a. Bahan landasan tempat tata letak didirikan. Bahan-bahan yang umum untuk ini adalah :
1. Lembaran plastik kasat mata/palstik transfaran (0,018 sampai 0,25 cm), dengan garis kisi-kisi.
2. Papan plastik kasat mata (6 mm) dengan garis kisi di bagian belakang papan.
3. Logam berlapis kayu-lapis dengan permukaan logam yang dihaluskan.
4. Lembaran logam, kayu lapis, atau komposisi papan dengan penghalusan yang cukup.
5. Kertas gambar atau kertas kalkir.
b. Gambar tempel, dan sebagainya untuk menggambarkan rincian. Yang biasa dijual adalah seperti berikut :
1. Garis – penuh, putus-putus, bertitik, dengan berbagai warna.
2. Dinding – dalam berbagai lambang arsitek yang tepat.
3. Gang – dengan  berbagai lebar.
4. Panah – jujuh untuk menggambarkan jalur aliran.
5. Tiang bangunan, tangga, dsb.
6. Operator – lingkaran 60 mm, atau sketsa.
7. Ban penghantar – peluncur, roda, rusuk, ban, pengangkut layang, rantai, dsb.
8. Jalur kereta api.
9. Lambang-lambang – angka, huruf, jaringan tenaga listrik dan telepon, sambungan hidrolis dan pneumatis.
10. Palet, gondola, tong, gerobak, meja, dsb.
c. Templet untuk menggambarkan fasilitas fisik. Mungkin gambar-tangan dan reproduksi di atas lembaran plastik, tetapi seringkali yang tersedia di pasaran terbuat dari lembaran asetat, mylar, dsb, dalam :
1. Jenis garis besar hitam putih.
2. Jenis negatif hitam putih (juga berwarna). Lapisan ini dapat direkatkan pada lembaran kisi dengan pita perekat yang peka bermuka dua (double tape), atau lem kuat lainnya yang kemudian dilindungi dengan kertas penutup.
3. Lembaran plastik hitam putih, atau berwarna – dengan magnit.
4. Plastik 3 mm – dengan magnit untuk digunakan pada permukaan logam.
d. Model berskala biasanya tersedia di pasaran atau dibuat sendiri, berguna untuk menggambarkan fasilitas fisik, dsb. :
1. Plastik – digunakan atau dicetak, beberapa diantaranya dengan komponen cetakan atau tuangan, dsb.
2. Logam tuangan.
3. Kayu.
Gambar 12.1 menunjukkan beberapa jenis contoh templet yang biasa digunakan.

Kebakuan-kebakuan templet dan model 
Tahun 1949, sebuah panitia dari Masyarakat Rekayasa Mekanik Amerika (ASME) menggambar seperangkat  perkakas tata letak yang baku/standar, yang kemudian digunakan. Pada dasarnya kebakuan ini mengaris-bawahi karakteristik templet dan model, yang telah digunakan sebagai pedoman oleh pemasok dan penjual bahan-bahan seperti itu dan perusahaan yang memilih untuk membangun sendiri templet dan modelnya. Skala yang disarankan (di Anerika Serikat) adalah 1 : 48, yang merupakan skala yang paling banyak diterima. Kadang-kadang skala yang lebih besar digunakan untuk rincian yang lebih besar, seperti rencana peta atau banguan yang digunakan untuk tujuan perencanaan.
                                     
12.2 Prosedur pembuatan tata letak
Pembuatan tata letak akhir yang sesungguhnya membutuhkan perencanaan yang sangat terinci dan keputusan-keputusan sebelumnya, dipadukan ke dalam satu rencana induk atau penggambaran dari gagasan yang dikembangkan. Sebagai pedoman bagi proses pemaduan ini disarankan prosedur bertahap sebagai berikut :
1. Dapatkan semua data perencanaan untuk memudahkan acuan. Hal ini mencakup :
a. Senarai komponen g. Diagram Alokasi Wilayah
b. Peta rakitan h. Peta Operasi
c. Peta Proses Operasi i. Peta Perencanaan Tata letak
d. Pengurutan Produksi j. Diagram Aliran
e. Peta dari-ke k. Perhitungan luas ruangan
f. Diagram Keterkaitan Kegiatan
2. Tentukan ukuran kasar dari tata letak keseluruhan dari Diagram Alokasi Wilayah.
3. Tentukan skala yang tepat untuk digunakan. Biasanya 1 : 50; untuk tata letak yang lebih besar 1 : 100 atau 1 : 200.
4. Dapatkan lembaran berkisi untuk landasan tata letak. Bekerjalah pada sisi yang berlawanan dari garis penampang yang tercetak bergaris.
5. Dapatkan templet atau model dan bahan-bahan lainnya.
6. Tentukan jarak antar tiang dan ukuran pelataran.
7. Perkirakan jumlah pelataran (lembar dan panjang) dan tentukan kecocokannya dengan ukuran kisi.
8. Tempatkan sebuah sudut tetap atau lokasi lain (seperti pengiriman, penerimaan, kantor) dan pasangkan pita sebagai dua dinding, untuk menentukan letak daerah ini pada lembar berkisi. Dua dinding lainnya akan ‘menemukan’ lokasinya sendiri sejalan dengan berkembangnya tata letak.
9. Pilih tempat-tempat bagi tiang pada kisi. Agar jarak antar tiang dapat seragam, tiang-tiang dapat bergeser menyesuaikan dengan penataan  yang dijalankan.
Catatan : Jika bangunan atau daerah tempat tata letak yang diliput telah ada, abaikan langkah 6, 7, 8, dan 9, dan pasang dinding, tiang, dsb. yang telah ada itu pada lembaran berkisi ini
10. Cirikan lokasi-lokasi yang mungkin pada rencana lantai, jika sudah dapat dilakukan saat ini (gunakan gambar tempel gang atau garis 1,5 mm untuk menunjukkan batas gang).
11. Pindahkan rencana pendahuluan ke lembaran berkisi ini secara bertahap, dengan templet atau model, gambar tempel yang diperlukan, dsb. Bekerjalah berdasarkan Diagram Alokasi Wilayah, Diagram aliran mandiri, dan Tata letak tempat kerja.
12. Sesuaikan perencanaan pendahuluan secara jujuh/runtut ketika dialihkan, untuk menata-ulang tiang, gang, atau untuk membuat perubahan yang diinginkan lainnya yang menjadi bagian dari kemajuan penataletakan.
13. Kerjakan susunan akhir dan rincian akhir untuk daerah-daerah tambahan, pelayanan dan kegiatan lainnya.
14. Tambahkan huruf,  dengan huruf tempel.
15. Buatlah turunannya, jika diinginkan saat ini; atau tunggu sampai  selesainya penilaian, terkumpulnya kritik, dan diperolehnya persetujuan.

Beberapa saran dalam pembentukan
Lembaran transparan (asetat, dsb) dapat digunakan untuk memaparkan pada tata letak induk, tanpa mengacaukan gambar asalnya, gambaran-gambaran seperti :
a. Aliran bahan c. Petunjuk untuk/dari kontraktor
b. Utilitas d. Perubahan-perubahan (dapat berurutan)
Pita berwarna, atau lapisan (berperekat) berwarna dapat digunakan dalam paparan ini untuk menunjukkan benda-benda yang berbeda, variasi, dsb. Salah satu cara yang mudah untuk membuat templet transparan adalah sebagai berikut :
a. Buat gambar garis besar peralatan dengan skala (lebih efisien jika membuat lembaran templet atau label seluruhnya dalam satu waktu).
b. Buat  garis tepi dengan lebar yang cukup (1,5 mm) dengan spidol berwarna hitam. Penulisan (dengan warna gelap/hitam) dapat dilakukan di atas gambar untuk huruf, nomor mesin, dsb.
c. Buat sebuah lembar transparan ‘xerographic’ : atau (1) buat salinan dari lembaran yang ‘xerographic’ dan kemudian (2) buat lembar transparan yang melalui proses panas dari lembaran templet itu (jika memungkinkan).
d. Potong templet dari masing-masing benda dan tempelkan pada pita perekat bermuka dua (double tape) di belakan templet itu.
Disamping semua perencanaan yang dilaksanakan sejauh ini, masalah tata letak tetap membutuhkan penyelesaian dalam proses-proses rumit memindah-mindahkan, menggesernya, dan mengatur ulang sampai sebuh penyelesaian dicapai. Ketelitian yang tinggi sangat disarankan selama melakukan proses penata-letakan, karena jauh lebih mudah membetulkan kekeliruan di atas kertas dibanding dengan memperbaikinya setelah mesin-mesin dan peralatan terpasang. Dan hal ini mungkin terjadi jika tata letak dilakukan tergesa-gesa, tanpa perencanaanyang cukup.

Lintasan aliran (Garis aliran)
Sejalan dengan perjalanan maju dari tata letak, atau ketika tata letak selesai, dibutuhkan penambahan lintasan aliran (garis aliran)  yang menggambarkan lintasan nyata yang dijalani sebagin besar komponen yang diproduksi. Lintasan ini harus menunjukkan lintasan sampai menjadi komponen dari sebuah rakitan atau meninggalkan bangunan sebagai sebagai produk jadi. Lintasan atau garis ini mengikuti lintasan sebenarnya yang diikuti, diusahakan semirip mungkin. Jika beberapa lintasan harus melalui sebuah mesin, tempat kerja, atau peralatan lain, lintasan atau garis yang terpisah atau mandiri harus dibuat untuk masing-masing lintasan itu, jika mungkin.
Lintasan aliran ini merupakan bagian penting dari  tata letak, karena lintasan ini membantu menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip tata letak yang baik diikuti dengan baik, terutama jika memperhatikan aliran lurus, langkah surut, dan kepadatan dalam gang atau daerah tertentu. Sejumlah besar lintasan aliran pada gang tertentu atau daerah tertentu dengan jelas menunjukkan kepadatan lalu lintas dan kemungkinan kesulitan operasi.
Litasan aliran dapat ditambahkan pada tata letak dengan beberapa cara yang berbeda. Pada lembar plastik berkisi, dapat dilakukan dengan menempelkan gambar tempel panah atau templet panah.  Atau jika tata letak dibuat di atas kertas, gambarkan lintasan dengan pensil atau spidol berwarna. Cara lain adalah dengan memapar tata letak pada papan komposisi, tancapkan jarum pentul atau paku pada lokasi yang sesuai, dan gambarkan lintasan ini dengan benang berwarna. Benang atau tali ini dapat dipindah dan diukur untuk menentukan  jarak perjalanan komponen tertentu

                                                                                          
    


BERIKAN KOMENTAR ()
 
wisata tradisi game kuliner