Edible Gold: Emas yang Bisa Dimakan?

Emas merupakan benda mulia yang seringkali dipilih sebagai bentuk investasi. Tidak sedikit orang yang tertarik berinvestasi emas, terutama emas batangan. Mungkin kamu salah satunya? Cukup wajar memang karena investasi emas batangan diakui memberi hasil menjanjikan. Bayangkan saja berapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan bila bisa membeli emas saat harganya turun dan menjualnya saat harganya naik?

Namun, siapa sangka bila beberapa tahun terakhir ini ada kecenderungan menjadikan emas sebagai makanan. Terbukti dengan adanya banyak produsen yang saling berlomba menyuguhkan hidangan paling mahal di dunia. Hidangan tersebut diberi serbuk atau irisan tipis emas sebagai dekorasi mahal. Bahkan ada pula yang menyemprotkan emas pada makanan sehingga warna makanan berubah menjadi kekuningan lantaran berbalut emas asli. Tapi, apakah emas bisa dan aman dimakan?

Edible Gold

Orang barat biasa menyebut emas yang bisa dimakan dengan edible gold. Emas yang bisa dimakan itu pun cukup beraneka ragam bentuknya. Ada yang berupa emas serbuk, bubuk, lembaran tipis emas, dan masih banyak lagi. Salah satu bentuk emas yang bisa dimakan dinamai gold leaf. Gold leaf merupakan emas asli yang dipukul-pukul menggunakan palu khusus sampai bentuknya menjadi lembaran tipis. Lembaran emas tipis ini sebelumnya sering digunakan untuk menyepuh pigura atau patung. Lembaran emas tipis ini dibedakan menjadi banyak variasi warna dan karat. Adapun emas kuning 22 karat menjadi variasi yang paling banyak digunakan.

Gold leaf yang asli diketahui memiliki kandungan 92% emas murni. Gold leaf biasa ditambahkan sebagai dekorasi makanan seperlu menambah kesan mewah. Tentu saja dekorasi emas tersebut tidak hanya untuk mempercantik tampilan makanan atau minuman yang dihidangkan. Lebih dari itu. Dekorasi gold leaf juga bisa dimakan. Akan tetapi, yang masih menjadi pertanyaan apakah emas memang aman dimakan?

Edible Gold, Aman Dimakan?

Gold leaf yang bisa digunakan sebagai dekorasi makanan atau minuman dan aman dimakan umumnya diberi label food grade. Label tersebut merupakan jaminan kandungan emas aman alias tidak beracun.

Baik gold leaf, serbuk, atau bubuk emas hanya sekedar bisa dimakan. Maksudnya tidak memberi pengaruh apapun. Hal ini karena di dalam emas tidak terdapat kandungan nutrisi apapun yang berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Penambahan emas pada makanan umumnya hanya untuk menaikkan nilai jual dan memberi kesan makanan mewah yang mahal.

Makanan yang disajikan dengan dekorasi emas memang dibandrol cukup mahal. Beberapa makanan dari emas itu pun bahkan ada yang dibandrol sampai puluhan ribu dollar. Misalnya saja White Truffle and Gold Pizza yang dibandrol seharga 2.420 dollar. Harga fantastis yang dibandrol oleh produsen makanan itu pun sempat membuat heran. Sekiranya apa yang membuat para konglomerat tertarik membayar mahal untuk bisa memakan emas?

Mungkin memang akan terasa sayang karena emas yang begitu bernilai dan bisa menjadi investasi sekedar diolah sebagai dekorasi. Namun, adanya pengalaman dan sensasi baru memakan emas itulah yang bisa jadi layak dibandrol mahal. Apakah kamu tertarik untuk mencoba makan emas?


Sumber: Super Adventure, artikel tahun 2015
BERIKAN KOMENTAR ()
 
wisata tradisi game kuliner
close