Pelek Aftermarket Untuk Low MPV, Biar Berumur Tapi Tetap Ganteng



Low MPV yang sudah bertahun-tahun dipakai bisa nampak segar, cukup dengan ‘mencolek’ pelek

Jakarta - Seiring dengan bertambahnya umur kendaraan, tentu penampilannya kian ketinggalan zaman dan bakal menimbulkan rasa bosan bagi sang pemilik. Terlebih buat pemilik low MPV yang sudah beredar lama seperti Toyota Avanza dan Nissan Grand Livina yang secara kuantitas begitu membeludak di jalanan, bisa nambah gengsi kalau dibanding saudara kembarnya.
Salah satu bagian yang paling memberikan impact besar baik bagi pasang mata yang memandang maupun pengguna kendaraan itu sendiri adalah modifikasi sektor roda. Selain lebih mudah untuk dikerjakan, modifikasi sektor roda juga lebih terlihat hasilnya. Saat ini sudah tersedia berbagai varian model dan ukuran khususnya bagi lingkar pelek. Berbagai jenis merek dan kualitas pelek sudah beredar di pasaran.
“Untuk menjamin kenyamanan dan ketangguhan tetap serupa dengan versi standar, pelek ring 15 dan 16 inci dirasa paling sesuai untuk menghuni ruang fender kendaraan seperti low MPV,” ujar Edi dari gerai Metro Rims di Jl. H. Nawi, Jakarta Selatan.
Berikut pilihan ‘sepatu’ yang akan membuat tampilan low MPV lawas anda menjadi segar kembali.


Velg Rays 57E (JD160 HSR) Gunmetal, R15x7 PCD 8x100-114,3 ET38,
Velg Advan TCIII (251 HSR) Matte Grey, R15x7-8 PCD 8x100-1114,3 ET35-25,
Velg SSR Type C (JD6030 HSR) Gold, R15x6,5 PCD 8x100-114,3 ET40,
Velg Nouveau (JD 1850 HSR) Black Machine Face, R16x7 PCD 8x100-114,3 ET38,
Velg Damd (JD 3304 HSR) Black Machine Face, R16x7 PCD 8x100-114,3 ET45,
Velg Samurai (JD 60 HSR) , R16x7 PCD 8x100-114,3 ET40
Velg Sparco Terra (HSR) White, R16x7 PCD 4x114,3 ET40,

Velg OZ Racing Super Turismo (HSR) Bronze, R16x7 PCD 8x100-114,3 ET40,

Velg CCW Seri D (HSR JD11) Grey, R16x8,5&9,5 PCD 8x100-114,3 ET30-25
Produk Anak Negeri Juga Unjuk Gigi
Jakarta - Di luar produk impor, rupanya ada juga pemain dalam negeri yang mau terjun ke pasar pelek variasi. Adalah PT Pakoakuina melalui label aftermarketnya yaitu Fortis mencoba peruntungan dengan menciptakan sejumlah model yang kekinian. Soal daya tahan jangan diragukan, karena vendor pelek Original Equipment Manufacturer (OEM) dari beberapa pabrikan mobil ternama ini menerapkan standar kualitas yang sama tingginya untuk memproduksi pelek aftermarket mereka.
Karena baru dua tahun belakangan ini menjejak industri aftermarket, PT Pakoakuina hanya membuat pelek dengan ukuran dan offset yang tergolong normal. “Kami masih berupaya untuk melihat respons pasar terlebih dahulu, sambil menjaga kualitas pelek yang menjadi kekuatan utama kami. Bila responnya bagus dan ada peningkatan kualitas sumber daya produksi, kami siap mengembangkannya lebih advanced lagi,” tutur Davy Kurnia selaku Marketing Division Head PT Pakoakuina saat ditemui beberapa waktu yang lalu di fasilitas produksi yang berada di kawasan Karawang, Jawa Barat.
Bila tertarik, silakan kunjungi langsung beberapa dealer resmi yang ditunjuk oleh PT Pakoakuina. “Untuk wilayah Jakarta kami ada 2 dealer resmi, yaitu di Permata Hijau Ban dan Eleven Wheels. Dealer tersebut juga yang menyalurkan pelek Fortis ke distributor di luar Jakarta,” ujar Randy Pilar Pamungkas, Senior Design Engineer PT Pakoakuina. “Sedangkan di Surabaya ada di Duta Ban dan Flash Auto,” tambah Randy. 

Sembarang Pilih? No Way!
Karena sangat berkaitan dengan keselamatan, anda harus berhati-hati saat memutuskan untuk mengganti pelek low MPV kesayangan. “Jangan beli pelek dari sumber yang tidak jelas. Sebisa mungkin datanglah langsung ke toko untuk mengamati langsung kualitas pelek,” ujar Sony dari toko pelek MdM Motorsport.
Masih menurut Sony, pedagang pelek yang baik sudah semestinya mampu menjelaskan seperti apa produk yang ia jajakan, bukannya mengejar untung semata. “Sang pedagang juga harus jujur mengenai kualitas pelek yang dijual dan memberitahu konsekuensi yang akan didapatkan penggunanya setelah mengganti pelek,” tambahnya.
Sebagai pemilik kendaraan, anda juga wajib memilihkan spek pelek yang sesuai dengan besutan. Jangan memaksakan diri menggunakan pelek dengan ukuran lebar atau offset yang membuat lingkar pelek jadi keluar dari bodi, kecuali memang ingin melakukan wide body setelahnya. Selain itu, jagalah gaya mengemudi agar pelek aftermarket pilihan anda tidak mudah rusak. “Harus Lebih berhati-hati dalam menghadapi jalan rusak, speedtrap dan rintangan lainnya, apalagi bila pelek yang digunakan adalah versi replika,” wanti Sony. 


BERIKAN KOMENTAR ()
 
wisata tradisi game kuliner