Mengenal Jenis-jenis Daun Pembungkus Makanan

Oleh Hasballah (diambil dari Jitunews.com)

Daun tidak hanya berfungsi untuk membungkus, tetapi juga penambah aroma dan cita rasa.

Ketika akan mengolah makanan yang di bungkus daun, anda mungkin sering bingung daun mana yang cocok digunakan sesuai dengan jenis makanan tersebut. Karena itu, kami akan membahas jenis-jenis daun untuk pembungkus makanan anda.

1. Daun jati. 
Jati adalah pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40m dan berdaun besar. Daun jati dapat dimanfaatkan menjadi pembungkus makanan, seperti nasi jamblang yang terkenal dari daerah Jamblang, Cirebon. Nasi yang dibungkus dengan daun jati rasanya akan lebih nikmat dan wangi serta dapat membuat makanan tersebut tahan lama. Daun jati juga dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus tempe yang banyak digunakan di daerah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur ataupun sebagai pembungkus jenang (dodol). Daun jati untuk pembungkus makanan yang paling baik adalah daun yang masih muda karena lebih ulet dan tidak mudah sobek.

2. Daun pisang. 
Daun pisang dipercaya sebagai pembungkus alami yang sangat serbaguna dan relatif sangat mudah ditemukan. Daun pisang dapat digunakan sebagai pembungkus lemper, jongkong, tempe, nagasari, nasi kebuli bakar, dan klepon. Daun pisang akan menjadi semakin kuat dan elastis jika daun pisang terlebih dahulu dipanaskan di atas api kecil sehingga daun menjadi layu. Selain mudah dilipat, daun pisang ini juga mudah dibersihkan dengan hanya mengelap permukaan daun dengan kain lap. Namun, tidak semua daun pisang baik digunakan untuk pembungkus makanan. Daun pisang yang cocok digunakan yaitu daun pisang raja, daun pisang batu dan daun pisang kepok. Selain daun pisang tersebut maka makanan yang dihasilkan/ dibungkus akan berwarna kehitaman.

3. Daun kelapa (janur). 
Daun kelapa sangat cocok untuk membungkus makanan. Daun kelapa yang sangat cocok digunakan adalah daun kelapa yang masih muda. Untuk menjaga kesegaran dapat disimpan ditempat yang sejuk selama sehari. Contoh makanan yang dapat dibungkus dengan daun kelapa yaitu, clorot, ketupat, dumbeg (makanan khas kota Rembang, Jawa Tengah yang terbuat dari tepung nasi yang diberi bumbu gula kelapa dan bentuknya kerucut,red), legondo (masakan khas kota Gede, Jogjakarta terbuat dari ketan dengan isian daging cincang,red), dan lapet ketan

4. Daun mangkokan 
Daun mangkokan sangat familiar di Indonesia karena bentuknya yang unik seperti mangkok. Daun mangkokan ini tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua. Tak heran daun mangkokan memiliki nama khas di setiap daerah. Sebut saja daun mamanukan di daerah Sunda, godong mangkokan didaerah Jawa, daun papeda di daerah Ambon dan papua, mangko-mangko didaerah Makasar dan pohon mangkok di daerah Sumatera. Karena bentuknya seperti mangkok, sering dijadikan tempat makanan atau membungkus makanan di beberapa daerah seperti, bubur sagu, pepes dan pecel sayuran. Gunakan daun mangkokan yang masih muda, berwarna hijau segar dan urat daun terlihat jelas agar dapat memberikan aroma yang khas serta dapat menghilangkan bau amis saat memasak pepes ikan.

5. Daun jambu biji. 
Jambu biji merupakan tanaman tropis yang berasal dari Brazil dan disebarkan melalui Thailand ke Indonesia. Daun jambu biji yang bermanfaat untuk berbagai penyakit dapat juga digunakan sebagai pembungkus makanan. Saat ini digunakan terutama dalam pembuatan tape Garut yang dapat memberikan warna hijau alami dan untuk membungkus nasi Jamblang. Pilih daun jambu biji yang sudah tua, sebaiknya gunakan daun yang baru dipetik agar hasil makanan yang dibungkus dapat memberikan warna yang bagus pada makanan.

6. Daun ganyong. 
Ganyong adalah tanaman umbi-umbian yang dapat dimakan dan kebanyakan digunakan sebagai makanan cadangan. Tumbuh subur di daerah Jawa dan Sumatera. Di Jawa dikenal dengan nama ganyong ataupun tasbeh, sedangkan di Sumatera dikenal dengan nama ubi pikul. Bentuk daunnya menyirip panjang seperti daun pisang, berwarna hijau, namun ujung daunnya berwarna hijau keunguan. Daun ganyong dapat digunakan sebagai pembungkus makanan, seperti papais (makanan yang berasal dari Subang, Jawa Barat terbuat dari tepung ganyong dengan isian gula merah ditengahnya,red) dan tape.

7. Daun bambu. 
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai batang berongga dan beruas-ruas. Daun bambu biasa dipakai untuk membungkus makanan seperti, bakcang, kue gambir (Dodol khas Bali), tempe, dan lupis. Gunakan daun bambu yang lebar, memanjang (semua jenis bambu). Sebelum digunakan sebagai pembungkus, sebaiknya daun bambu dicuci untuk menghilangkan kotoran atau debu yang menempel. Setelah itu gunting pangkal daun agar memudahkan untuk membungkus makanan, dan terakhir direbus dahulu dalam air mendidih hingga layu dan bulu-bulu halus halusnya juga layu.

8. Daun klobot (daun pembungkus buah jagung). 
Selain jagung yang berfungsi sebagai sumber karbohidrat dan makanan pokok, daun pembungkus jagung juga memiliki fungsi sebagai pembungkus makanan seperti angling (makanan tradisional dari Kuningan, Jawa Barat yang terbuat dari singkong), botok dan wajik.

9. Daun talas. 
Talas merupakan tumbuhan penghasil umbi-umbian yang tumbuh sepanjang tahun. Daun talas berbentuk seperti perisai besar, sangat cocok digunakan sebagai pembungkus makanan. Misalnya untuk membungkus tape di daerah Sumatera Utara dan nasi bungkus di daerah Sumatera Utara. Sebaiknya pilih daun talas yang sudah tua, dan memiliki diameter yang panjang sekitar 15-20 cm, agar makanan yang dibungkus tidak tumpah.

10. Daun pandan. 
Daun pandan adalah tumbuhan yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Daun pandan memberikan aroma yang khas pada makanan, sehingga sangat cocok digunakan dalam pembuatan kue, dan pewarna makanan. Daun pandan cocok digunakan sebagai pembungkus makanan seperti lupis, ketupat, kue lampu-lampu atau papaco dari Sulawesi. Daun pandan yang baik digunakan untuk pembungkus makanan adalah daun pandan yang jenisnya besar dan lebar sekitar 5-8 cm. Disimpan dengan cara membungkus dengan koran di dalam lemari pendingin yang diletakkan pada rak penyimpanan buah atau sayur.

BERIKAN KOMENTAR ()
 
wisata tradisi game kuliner